Manfaat Blog Bagi Para Guru

Dunia IT berkembang begitu pesat. Hampir tidak ada sebuah pekerjaan, aktivitas atau profesi apaun yang tidak berhubungan dengan IT. Salah satu produk IT diantaranya adalah internet. Instrumen dunia maya ini begitu laris seperti kacang goreng.

Internet tidak hanya dikenal oleh orang dewasa, anak-anak kecilpun mulai mengenal internet. Bahkan, salah satu produk internet, chatting banyak digandrungi oleh para remaja hingga anak-anak. Internet juga menyediakan fasilitas transaksi produk, tranformasi ilmu dan life style. Biasanya fasilitas-fasilitas tersebut dibungkus dalam sebuah website (situs) atau blog.

Blog merupakan teks dokumen, gambar, obyek media, dan data yang tersusun secara rapi dan menurut kronologi tertentu, yang dapat dilihat melalui browser internet dan biasanya berisi catatan atau jurnal pribadi. Diantara penyedia skin blog gratis adalah; blogspot, wordpress, multiply dan masih banyak lagi.

Sayangnya, keberadaan blog dengan multi manfaat tersebut, jarang dijamah oleh komunitas guru. Padahal keberadaan blog bagi guru kalau kita kaji secara mendalam mempunyai banyak manfaat.

Manfaat Blog :

Ada banyak manfaat blog bagi guru. Diantaranya adalah, pertama, blog dapat berfungsi sebagai media writing learning. Dengan blog guru belajar dan mengasah kemampuannya dalam membuat sebuah karya ilmiah atau karya tulis. Sebelum unjuk gigi dalam bidang karya tulis dalam setiap even resmi seperti; lomba karya tulis, atau sertifikasi, alangkah baiknya guru menggunakan blog sebagai media writting learning terlebih dahulu.

Kedua, blog dapat menjadi media publikasi hasil karya yang paling mudah dan strategis. Semisal, publikasi hasil penemuan, karya ilmiah dan kegiatan-kegiatan siswa atau guru di sekolah.Ketiga, Blog dapat berfungsi sebagai media atau tutorial pembelajaran. Guru dapat membuat dan meresume materi pelajaran kemudian meletakkannya ke dalam sebuah blog, sehingga siswa dapat mengakses materi guru dengan mudah, tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Penggunaan blog sebagai media pembelajaran sangat usabilitas (mudah digunakan) dan maintanabel (mudah dikelola dan dirawat).

Keempat, dengan blog guru dapat menjalin komunikasi dan interaksi antar komunitas pengajar di seluruh nusantara. dan yang lebih menarik lagi, guru dapat membangun personal branding.

Perkembangan IT begitu deras, mau tidak mau SDM di bidang pendidik harus menyiapkan segalanya mulai dari; open mind, membangun tradisi belajar, dan meluangkan banyak waktu belajar IT atau ngenet. Buku-buku berisi cara membuat blog banyak kita jumpai di toko-toko buku dan harganya relatif murah.

Melek IT dengan menjadi seorang blogger adalah suatu hal yang mengasyikkan dan mendatangkan banyak manfaat. Jangan ditunda lagi, sekarang saatnyalah Anda menjadi seorang Blogger.

aradigma pendidikan telah berubah seiiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, artinya guru sekarang tidak lagi menjadi pusat ilmu bagi peserta didik. Pemanfaatan teknologi seperti komputer dan Internet telah memberi kemanfaatan yang sangat besar bagi guru dan peserta didik.
Bagi guru, Komputer dengan fasilitas Internetnya mampu menambah khasanah keilmuan guru dalam mempersiapkan pembelajaran. Banyak di dunia maya ini, guru dengan mudah mendapat referensi untuk keperluan pembbuatan Rencana Pembelajaran (RPP), Silabus, Kurikulum Implementatif, dan lain lain. Bahkan guru, dengan sedikit kemampuan penguaasan tool/ aplikasi seperti Moodle, mampu menyajikan materi pembelajaran secara dinamis, baik berupa konten materi, evaluasi, quiz, dan nilai.
Bagi peserta didik, materi yang akan disampaikan guru telah didapat sebelum jam pembelajaran terstruktur di kelas. peserta didik dapat lebih siap menerima materi dari guru untuk dapat dipelajari sebelumnya.

Banyak manfaat Blog untuk seorang yang berprofesi sebagai guru yang tidak dapat diuraikan secara mendetail di postingan ini. Yang jelas, proses pembelajaran akan lebih efisien dan efektif.

Blog menjadi fenomena belakangan ini, apalagi setelah seminar “Blogging, Journalism, and Credibility: Battleground and Common Ground” diUniversitas Harvard, AS, pada Januari 2006. Dimana persaingan bloggers dan journalists sempat mengemuka, karena mengingat reportase dan jurnalisme blak-blakan dapat dilakukan lewat blog, sehingga tak jarang para jurnalis dari mainstream publication merasa tersaingi. Mengapa? Sebab, mereka kehilangan monopoli dan kendali atas reportase suatu berita. Ini bukan hanya menyangkut cara reportasenya, tetapi juga dalam memilih apa yang cocok dan disukai publik, kata Eason Jordan, senior editor dan jurnalis dari CNN Network.

kiranya seorang guru perlu nge-blog, kenapa? Karena blog adalah media yang paling OK disamping untuk menambah wawasan sekaligus untuk eksistensi diri.

1. Menuliskan apapun tentang kegiatan di sekolah seperti; menceritakan kegiatan belajar yang menyenangkan bersama murid-murid, menceritakan inovasi dalam metode mengajar yang memang menarik minat dan bisa jadi contoh bagi guru-guru yang lain untuk dipraktekkan di kelas mereka, menuliskan uneg-uneg akan protes kebijakan sekolah selain jadi bahan melepas stres juga bisa sebagai ancang-ancang berargumen dengan kepala sekolah/kepala yayasan.

  1. Bisa menjadi cermin evaluasi diri karena tulisan-tulisan kita juga dikomentari oleh berbagai orang dengan berbagai sudut pandang sehingga kita juga belajar memahami berbagai karakter orang dan sudut pandang seseorang menyikapi masalah.
  2. Menguji kualitas tulisan-tulisan. Posting sebuah tulisan di blog. Kalau banyak orang yang menyukainya, maka sukses jadi penulis yang berbakat. Jika tak ada yang suka, berarti harus belajar lebih giat lagi untuk membuat tulisan yang menarik. Intinya, aktivitas blogging bisa menjadi sarana yang sangat jitu untuk mengevaluasi kualitas dan kemampuan.
  3. Bisa menjadi ajang sosialisasi dan menyusun kekuatan opini apalagi dengan teknologi sindikasi berita, link dan mesin pencari sekarang.
  4. Siapa tahu curhat, opini, dan protes-protes selama yang ditulis bisa jadi buku, sekaligus jadi pendapatan sampingan juga kan?

Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu Torey Hayden (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

Pada pernyataan kesatu dan terakhir saya memberi perhatian lebih karena ketika saya bertemu Torey Hayden (penulis novel Sheila) di Jakarta 9 September 2004 yang lalu, saya berpikir keras kenapa guru-guru di Indonesia tidak bisa mengikuti jejaknya? Saya pikir pasti bisa dan pasti akan banyak penulis-penulis yang memang berasal dari guru. Ternyata guru perlu media yang bisa menjadi ruang berkreasinya.

Perihal Nindi Ayu
Seorang pelajar SMPN 5 Malang, dan seorang murid akselerasi . . . Sangat tertarik dalam bidang "Teknologi Informasi dan Komunikasi". Hobi buat Blog (karangan sendiri) Lainnya, , hobi juga dalam bidang permusikan . . .

2 Responses to Manfaat Blog Bagi Para Guru

  1. Les Privat Malang mengatakan:

    Mantap pak, semoga guru Indonesia semakin berkualitas dan semakin bermanfaat dengan sharing di Blog…

  2. dasta mengatakan:

    Tulisan yang bagus. Semoga saya bisa termotivasi lebih kuat untuk memanfaatkan IT dalam menyajikan materi pembelajaran. Terima kasih banyak atas tulisannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: